"Ada begitu banyak hal yang ingin saya bagikan kepada kalian untuk membantu memahami mengapa kami merasa begitu yakin dengan posisi kami," ujarnya.
"Namun, kerahasiaan ketat dari proses hukum dan tekad kami untuk menghormatinya berarti saya tidak dapat melakukan itu saat ini. Bahkan surat ini telah melalui beberapa pemeriksaan hukum untuk memastikan bahwa surat ini sesuai dengan ketentuan,"tegasnya.
Al Mubarak, yang menjadi ketua Manchester City setelah pengambilalihan klub pada 2008, juga mengatakan klubnya tengah menghadapi berbagai upaya yang dapat mengganggu perkembangannya.
"Meskipun sebagian orang terburu-buru mengambil kesimpulan sendiri, dan begitu banyak kebisingan yang beredar di sekitar kita, tidak ada yang berubah. Kita telah menghadapi tantangan bersama sebelumnya dan telah berhasil melewatinya," katanya.
"Masih banyak pihak yang ingin merusak momentum klub kami. Kami tidak akan memberi mereka kesempatan itu,"tegasnya.
Kasus Manchester City bermula dari dakwaan Liga Premier yang diumumkan pada Februari 2023 setelah penyelidikan selama empat tahun.
Tuduhan tersebut mencakup dugaan kegagalan memberikan informasi keuangan yang akurat serta pelanggaran aturan keuangan selama periode 2009-2018.
Manchester City selama ini membantah melakukan pelanggaran. Klub juga menyatakan proses Liga Premier masih berlangsung dan terdapat sejumlah aspek penting yang belum diselesaikan.
(dec)



























