Investasi Sepak Bola Inggris Rugi 41%, Regulator Beri Peringatan
News
14 October 2026 18:00

David Hellier - Bloomberg News
Bloomberg, Laporan awal dari regulator independen sepak bola Inggris menggambarkan kondisi suram olahraga tersebut yang menghadapi krisis keuangan jika tidak mengubah arah kebijakannya.
Riset tersebut menunjukkan “bagaimana sepak bola klub Inggris bisa sekaligus menjadi yang terkaya, terbaik, dan paling kompetitif di dunia, tetapi juga berada di ambang kehancuran finansial,” demikian pernyataan pembuka laporan yang dikaitkan dengan Ketua regulator David Kogan dan CEO Richard Monks.
Dengan akses terhadap kinerja keuangan 116 klub yang berada di bawah pengawasannya, regulator yang dibentuk berdasarkan undang-undang pada 2025 itu menyatakan hampir seluruh klub mengalami kerugian di tengah meningkatnya biaya pemain dan infrastruktur, termasuk renovasi stadion. Untuk mempertahankan daya saing, klub-klub tersebut terpaksa menambah utang—sering kali dengan suku bunga tinggi—atau mencari suntikan dana dari pemilik. Menurut laporan tersebut, sekitar dua pertiga klub tidak akan mampu bertahan selama 90 hari tanpa bantuan dari pemilik mereka.
Poin utama lainnya dalam laporan itu adalah bahwa investasi di sepak bola Inggris telah menjadi taruhan yang merugikan bagi banyak pemilik klub. Selama lima musim hingga 2025-2026, investor di klub-klub yang berlaga di lima divisi teratas diperkirakan kehilangan 41% dari nilai investasi awal mereka. Sebaliknya, dalam periode yang sama, investasi pada indeks FTSE 100 diperkirakan menghasilkan imbal hasil lebih dari 36%, menurut laporan tersebut.































