Trump, yang menghadapi tekanan dalam jajak pendapat menjelang pemilu paruh waktu pada November, mendapat kritik karena dinilai belum berbuat lebih banyak untuk mengatasi kekhawatiran mengenai kenaikan harga barang-barang konsumsi, terutama ketika harga minyak tetap tinggi dalam waktu yang cukup lama.
Menteri Transportasi Sean Duffy menanggapi komentar presiden tersebut melalui unggahan di media sosial pada Sabtu. Dia mengatakan, “Kemenangan besar bagi pekerja otomotif Amerika akan datang pada SENIN.” Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa standar baru Corporate Average Fuel Economy (CAFE) akan diterbitkan pada Senin.
Trump telah lama mengkritik aturan era Biden tersebut, yang merupakan bagian dari serangkaian kebijakan untuk mendorong produksi dan pembelian kendaraan listrik. Jika aturan final pada Senin mencerminkan proposal awal yang diajukan tahun lalu, persyaratan efisiensi bahan bakar untuk kendaraan model tahun 2031 akan diturunkan menjadi 34,5 mil per galon (14,67 kilometer per liter) dari sebelumnya sekitar 50 mil per galon.
Standar yang lebih rendah tersebut akan menjadi kemenangan besar bagi industri otomotif dan minyak yang mengeluhkan bahwa persyaratan era Biden telah melampaui batas kemampuan teknologi yang tersedia dan secara efektif menghambat penjualan kendaraan konvensional berbahan bakar bensin demi mendorong kendaraan listrik.
Namun, perubahan tersebut terjadi ketika harga diesel mencatat rekor tertinggi dan harga bensin mencapai level tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan September. Kenaikan harga ini memperpanjang reli yang dipicu perang Iran dan invasi Rusia ke Ukraina. Harga bahan bakar yang tinggi turut memberikan dampak ke berbagai sektor ekonomi AS.
Pejabat pemerintahan Trump tengah mengkaji berbagai opsi untuk menekan lonjakan harga bahan bakar. Langkah tersebut sebagian didorong oleh kepentingan politik, karena kenaikan biaya hidup mengurangi peluang Partai Republik mempertahankan kendali atas Kongres setelah pemilu paruh waktu pada November. Salah satu opsi yang mengemuka adalah melarang ekspor diesel, meski pakar energi mengatakan langkah tersebut hanya akan memberikan keringanan jangka pendek dan pada akhirnya justru mendorong biaya menjadi lebih tinggi.
“Ketika warga Amerika kesulitan membeli bensin yang harganya lebih dari US$4 per galon, pemerintahan Trump justru akan memaksa mereka membayar lebih mahal di pompa bensin,” kata Atid Kimelman, pengacara di Natural Resources Defense Council, organisasi nirlaba lingkungan.
“Perusahaan minyak akan mendapatkan keuntungan besar dari penghapusan standar efisiensi bahan bakar, tetapi kita semua akan menyerahkan lebih banyak penghasilan yang diperoleh dengan susah payah untuk mengisi tangki kendaraan.”
(bbn)




















