Logo Bloomberg Technoz

Untuk mengatasi hal itu, Bulog memang menggandeng PT Padi Indonesia Maju, bagian dari Wilmar Group, untuk memproduksi beras premium. Memanfaatkan empat pabrik Wilmar Group di Palembang, Serang, Ngawi, dan Mojokerto. Ini sekaligus memudahkan distribusi produk.

Masalahnya, kata dia, memasok beras premium ke pasar bukan semata persoalan ketersediaan stok, namun juga turut dibayangi biaya operasional yang tidak sedikit.

"Berbeda dengan CBP (Cadangan Beras Pemerintah) yang ada nilai subsidi, beras komersial dikelola unit bisnis khusus BULOG. Tujuannya untuk meraih keuntungan. Untung-rugi sepenuhnya tanggung jawab manajemen BULOG," kata dia.

Berdasarkan data Bulog per 2025, biaya produksi beras premium saja telah mencapai Rp14.782/kg. Di sisi lain, produsen beras dan penggilingan padi swasta tidak boleh menjual beras medium di zona I di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp13.500/kg.

Dia pun memperkirakan kelangkaan beras premium di jaringan ritel modern akan terus berlanjut. Stok bulog tersebut tidak akan cukup memenuhi kebutuhan beras yang beredar di semua ritel modern di Tanah Air diperkirakan antara 120.000 hingga 135.000 ton per bulan.

"Artinya, krisis beras premium di ritel modern kemungkinan tetap berlanjut. Konsumen masih memiliki alternatif untuk membeli beras premium di pasar tradisional, toko, pengecer, dan lainnya. Namun, harga beras premium itu hampir pasti berada di atas HET," tutur dia.

(ain)

No more pages