Logo Bloomberg Technoz

Isu Perizinan dan Tumpang Tindih Lahan Jadi Tantangan PNBP Migas

Sabrina Mulia Rhamadanty
12 August 2026 12:40

Sebuah anjungan pengeboran minyak berada di atas kapal konstruksi terbesar di dunia, Pioneering Spirit, di fjord Bomla dekat Leirvik./Bloomberg-Carina
Sebuah anjungan pengeboran minyak berada di atas kapal konstruksi terbesar di dunia, Pioneering Spirit, di fjord Bomla dekat Leirvik./Bloomberg-Carina

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) menilai investasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia masih menghadapi tantangan berat untuk dapat diandalkan dalam mengerek penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).

Selain penurunan produksi secara alami (natural decline) dari sisi hulu migas, ganjalan perizinan dan tumpang tindih lahan turut menghambat optimasi setoran PNBP dari sektor energi tersebut.

Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal menjelaskan masalah utama industri migas saat ini memang berakar pada penurunan produksi alami. Namun, persoalan birokrasi dan ruang wilayah hingga kini juga belum menemukan titik terang.


"Masalah utama kita masih natural decline, tetapi ganjalan perizinan sampai tumpang tindih lahan itu masih belum bisa diselesaikan dengan baik,” ungkap Moshe saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).

Anjungan pengeboran minyak di laut./dok. Bloomberg

Beda dari Minerba