Logo Bloomberg Technoz

Kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membuka kembali Selat Hormuz masih sulit tercapai, meskipun para pejabat menyatakan bahwa perundingan terus mengalami kemajuan.

Ketika konflik memasuki bulan keenam, konsumen di seluruh dunia kembali menghadapi kemungkinan kenaikan harga bahan bakar dan inflasi.

EIA menaikkan proyeksi harga bensin dan solar untuk 2026 masing-masing sebesar 3,7% dan 5,4%.

EIA juga meningkatkan proyeksi harga eceran bensin untuk 2027 sebesar 6,5% dibandingkan perkiraan yang dibuat sebulan sebelumnya.

Volume minyak yang melewati Selat Hormuz masih sulit diketahui secara real time, karena sejumlah kapal mematikan sistem pelacakan atau “going dark”, sehingga aktivitas pelayaran menjadi tidak terlihat dan menyebabkan perbedaan perkiraan di antara para pelaku pasar.

Sekitar 9 juta barel minyak per hari rata-rata keluar dari Selat Hormuz selama sepekan terakhir, menurut Menteri Energi AS Chris Wright.

Badan tersebut juga memperkirakan bahwa produksi minyak di Timur Tengah yang dihentikan sementara (shut-in production) menurun menjadi rata-rata sekitar 5,5 juta barel per hari pada Juli, dibandingkan 7,5 juta barel per hari pada Juni.

Namun, volume produksi yang dihentikan diperkirakan kembali meningkat menjadi 6,6 juta barel per hari pada kuartal ketiga.

Sejumlah negara di Timur Tengah terpaksa mengurangi produksi karena terbatasnya akses ke pasar global membuat kapasitas penyimpanan minyak yang tersedia semakin tertekan.

Laporan tersebut mengasumsikan bahwa ancaman terbaru terhadap kapal-kapal yang membawa minyak mentah Arab Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb tidak menyebabkan penghentian produksi tambahan.

Jika asumsi tersebut terbukti benar, badan tersebut memperkirakan bahwa sebagian besar produksi dan arus perdagangan minyak baru akan kembali ke tingkat sebelum perang pada awal 2027.

(bbn)

No more pages