Logo Bloomberg Technoz

Mengutip laporan The Sun, Mensa saat ini memiliki sekitar 1.300 anggota anak dan remaja di bawah usia 18 tahun. Anak-anak ini tercatat memiliki IQ minimal 132, jauh di atas rata-rata IQ di Inggris yang berada di angka 100.

Data tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan luar biasa dapat muncul sejak usia dini. Namun, Mensa menekankan bahwa IQ tinggi bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan hidup seseorang.

Ciri-ciri Anak Jenius Menurut Mensa

Menurut Mensa, ada sejumlah karakteristik khusus yang kerap ditemukan pada anak-anak berbakat. Organisasi ini mengidentifikasi 17 perilaku yang sering muncul dan dapat menjadi indikator awal kecerdasan tinggi.

17 Tanda Anak Jenius

  • Ingatan yang tidak biasa

  • Melewati berbagai tahap kecerdasan lebih awal

  • Bisa membaca lebih cepat dibanding anak seusianya

  • Memiliki hobi atau ketertarikan yang tidak umum

  • Pengetahuan mendalam pada topik tertentu

  • Kurang toleran terhadap anak lain

  • Mengetahui peristiwa-peristiwa dunia

  • Menetapkan standar sangat tinggi untuk diri sendiri

  • Berpotensi menjadi pribadi berprestasi tinggi

Karakter Sosial dan Emosional

  • Lebih nyaman bergaul dengan orang dewasa atau menyendiri

  • Suka berbicara dan aktif berdiskusi

  • Gemar bertanya sepanjang waktu

  • Mudah mempelajari hal baru

  • Memiliki selera humor yang berkembang

Bakat dan Kepribadian Unik

  • Berbakat di bidang musik

  • Menyukai posisi memegang kendali

  • Gemar membuat aturan baru dalam permainan

  • Bisa bersifat ekstrovert maupun introvert

Mensa juga menyebutkan tanda lain seperti kemampuan membaca lebih awal dan selera humor yang baik sebagai indikator tambahan.

Proses Bergabung dengan Mensa untuk Anak

Anak-anak di bawah usia 10 setengah tahun tidak diperbolehkan mengikuti tes masuk Mensa secara langsung. Meski demikian, orang tua masih dapat mengajukan keanggotaan anak dengan menyertakan berbagai bentuk bukti kecerdasan yang relevan.

Bukti tersebut dapat berupa hasil tes psikologi lain yang diakui atau dokumentasi akademik yang menunjukkan kemampuan intelektual luar biasa.

Sorotan Media dan Kontroversi

Media sosial. (Bloomberg)

Fenomena anak jenius juga menjadi perhatian media. Salah satunya melalui program televisi Channel 4 berjudul Child Genius. Acara ini menampilkan anak-anak berusia 7 hingga 12 tahun dengan IQ tinggi yang bersaing untuk meraih gelar Child Genius tahunan dari Mensa.

Dalam acara tersebut, para peserta harus menyelesaikan serangkaian tugas kognitif yang menantang. Mereka akan dieliminasi satu per satu hingga tersisa satu anak yang berhasil memenangkan hadiah utama.

Namun, program ini tidak lepas dari kritik. Sejumlah pemirsa menilai acara tersebut terlalu menekan anak-anak. Bahkan muncul komentar yang menyebut tayangan itu menampilkan “orang tua paling memaksa di Inggris”.

Beberapa pihak juga berpendapat bahwa acara tersebut berpotensi mengeksploitasi anak-anak demi hiburan televisi, meskipun ada pula yang melihatnya sebagai wadah untuk menampilkan potensi luar biasa generasi muda.

Antara Bakat, Dukungan, dan Tekanan

Kasus anak-anak jenius anggota Mensa menunjukkan bahwa kecerdasan tinggi dapat muncul sejak dini. Namun, para ahli menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan potensi dan kesehatan mental anak.

Dukungan orang tua, lingkungan yang sehat, serta kebebasan anak untuk menikmati masa kecilnya dinilai sama pentingnya dengan pencapaian intelektual. Mensa sendiri menegaskan bahwa kecerdasan adalah anugerah yang perlu diarahkan dengan bijak, bukan beban yang harus dipaksakan.

(seo)

No more pages

Artikel Terkait