Di sisi lain, kinerja kredit perbankan pada 2025 juga hanya tercatat mencapai 9,69%, lebih rendah jika dibandingkan dengan capaian 2024 lalu yang mencapai 10,93%.
Meski mengakui hal tersebut, Airlangga mengklaim bahwa kinerja ekonomi 2025 mampu ditopang oleh pertumbuhan sektor lain yang sepanjang Januari hingga Desember 2025 cukup impresif.
"Cake-nya juga kan bertambah, jadi total PDB kita meningkat. Tapi soal itu tetap menjadi PR kita. Peningkatan pajak itu yang harus terus dan tentu kita sudah bahas dengan Menteri Keuangan bagaimana Coretax itu dioptimalkan," kata dia.
" Karena kita tidak ingin penerimaan pajak single digit. Nah ini banyak langkah-langkah yang sedang dibahas dan sedang diperbaiki."
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan realisasi pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,11%, melebihi konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 di 5,05% yoy.
Pertumbuhan ini masih ditopang oleh distribusi konsumsi rumah tangga yang menyumbang porsi mencapai 53,88% dari total PDB. Sektor ini juga tumbuh 4,98%. Kedua ada PMTB dengan kontribusi 28,77%., serta ekspor sebesar 22,85%.
(ain)






















