Logo Bloomberg Technoz

AC berkapasitas ½ PK rata-rata mengonsumsi sekitar 300 hingga 500 watt, sementara AC 1 PK bisa mencapai 600 hingga 900 watt. Dengan menutup celah, suhu ruangan lebih stabil dan konsumsi listrik bisa ditekan.

Solusi yang umum digunakan antara lain memasang karet seal, menggunakan door stopper, atau memeriksa kusen yang sudah tidak rapat.

Mengurangi Penggunaan Mesin Pengering

Mesin pengering pakaian termasuk peralatan rumah tangga dengan konsumsi energi tinggi. Dalam satu siklus, electric dryer dapat menghabiskan daya sekitar 1.800 hingga 5.000 watt.

Alternatif yang lebih hemat adalah menjemur pakaian di bawah sinar matahari atau menggunakan rak jemur indoor dengan ventilasi yang baik. Selain menghemat listrik, cara ini juga membuat pakaian lebih awet.

Penggunaan Air Panas Perlu Dikendalikan

Air panas memberikan kenyamanan, tetapi juga membutuhkan energi besar untuk diproduksi.

Membatasi Waktu Mandi Air Panas

Water heater bertangki umumnya menggunakan daya sekitar 1.000 hingga 2.000 watt, sedangkan pemanas instan bisa mencapai 2.000 hingga 4.500 watt.

Membatasi waktu mandi sekitar 4 hingga 5 menit dapat mengurangi konsumsi energi secara signifikan. Menggunakan shower hemat air dan mematikan aliran air saat memakai sabun juga menjadi langkah efektif.

Isolasi Tangki Air Panas

Bagi rumah yang menggunakan water heater bertangki, isolasi tangki menjadi faktor penting. Dengan daya rata-rata sekitar 1.500 watt, pemanas air akan bekerja lebih efisien jika panas tidak cepat hilang.

Isolasi membantu air panas bertahan lebih lama sehingga mesin tidak perlu sering menyala ulang. Hasilnya, konsumsi energi menjadi lebih stabil.

Ancaman Listrik dari Mode Standby

Perangkat elektronik yang terlihat mati sering kali masih mengonsumsi listrik.

Mengatasi Phantom Load

TV LED dapat menyedot daya sekitar 50 hingga 150 watt saat aktif, sementara microwave dalam mode standby tetap menggunakan sekitar 3 hingga 10 watt. Charger ponsel yang dibiarkan terpasang juga bisa mengonsumsi 5 hingga 20 watt.

Fenomena ini dikenal sebagai phantom load. Solusinya adalah mencabut steker saat tidak digunakan atau memakai stop kontak dengan saklar.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini mampu memangkas konsumsi listrik rumah tangga secara signifikan.

Dapur sebagai Pusat Konsumsi Energi

Aktivitas memasak dan menyiapkan makanan menyumbang porsi besar penggunaan energi di rumah.

Menggunakan Air dan Listrik Secukupnya

Salah satu penerima manfaat penyambungan listrik gratis program LUTD di Karangasem, Bali, I Wayan Polos (kanan) mendampingi petugas PLN. (PLN)

Ketel listrik biasanya membutuhkan daya sekitar 1.200 hingga 1.800 watt, rice cooker 300 hingga 700 watt, dan kompor listrik 1.000 hingga 2.000 watt.

Mengisi ketel hanya sesuai kebutuhan dan menggunakan panci dengan ukuran yang pas dapat mengurangi pemborosan energi. Pemasangan aerator pada keran juga membantu menekan penggunaan air.

Langkah sederhana ini terbukti efektif tanpa mengurangi kenyamanan aktivitas dapur.

Efisiensi dalam Mencuci Pakaian dan Peralatan

Kebiasaan mencuci juga berpengaruh besar pada konsumsi energi.

Mencuci Pakaian dengan Suhu Rendah

Sebagian besar energi mesin cuci digunakan untuk memanaskan air. Mesin tanpa pemanas umumnya mengonsumsi 300 hingga 600 watt, sedangkan mesin dengan pemanas bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 watt.

Menggunakan suhu 30 derajat Celsius sudah cukup untuk pakaian harian. Menjalankan mesin saat muatan penuh dan mengaktifkan mode eco dapat meningkatkan efisiensi.

Menggunakan Dishwasher Saat Muatan Penuh

Dishwasher membutuhkan daya sekitar 1.200 hingga 2.400 watt per siklus. Menjalankannya dalam kondisi setengah kosong justru lebih boros.

Satu siklus penuh dinilai jauh lebih hemat dibanding beberapa siklus kecil yang terpisah.

Pilihan Mandi yang Lebih Efisien

Cara mandi juga memengaruhi konsumsi air panas dan energi.

Shower Lebih Hemat Dibanding Berendam

Mengisi bathtub membutuhkan sekitar 150 liter air panas, sedangkan mandi menggunakan shower hanya sekitar 40 hingga 60 liter.

Untuk penggunaan harian, shower dinilai lebih efisien karena konsumsi air dan energi lebih terkendali. Pilihan ini juga lebih praktis bagi keluarga dengan aktivitas padat.

Pencahayaan Masih Jadi Faktor Penting

Lampu sering dianggap sepele, tetapi dampaknya tetap signifikan.

Mematikan Lampu Saat Tidak Digunakan

Bohlam pijar umumnya menggunakan daya 60 hingga 100 watt, sedangkan lampu LED setara hanya membutuhkan 8 hingga 15 watt.

Mengganti lampu lama dengan LED dan memaksimalkan cahaya alami di siang hari dapat menekan konsumsi listrik tanpa mengurangi kualitas pencahayaan.

Estimasi Penghematan Biaya

Penerapan kebiasaan hemat energi secara konsisten dapat memberikan hasil nyata pada pengeluaran rumah tangga.

Penghematan minimal diperkirakan sekitar Rp100.000 per bulan. Untuk tingkat moderat, angka ini bisa mencapai Rp180.000 per bulan, sementara penghematan maksimal dapat menembus Rp300.000 atau lebih.

Dalam skala tahunan, potensi penghematan berkisar antara Rp1,2 juta hingga Rp3,6 juta. Angka ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, penghematan energi bukan lagi sekadar wacana, melainkan praktik nyata yang bisa diterapkan oleh siapa pun di rumah masing-masing.

(seo)

No more pages

Artikel Terkait