"Harapannya, [kalau] populasinya tinggi, gabahnya yang dihasilkan juga lebih tinggi lagi," tutur dia. "Bantuan benihnya juga dinaikkan. Pupuknya juga."
Di sisi lain, kata dia, Kementan juga mengandalkan program cetak sawah, optimalisasi lahan, dan peningkatan produktivitas melalui sistem PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System.
Sistem ini merupakan model budidaya padi intensif berbasis teknologi yang mengintegrasikan mekanisasi modern, varietas unggul, pola tanam rapat, serta pengaturan air dan pemupukan presisi untuk mendongkrak produktivitas hasil panen
"Ini sudah dilakukan penanaman di seluruh Indonesia dan sudah ada yang panen dan produksinya sudah rata-rata di atas 8, 9 ton, bahkan ada yang mencapai 13 ton dengan PMAAS ini," kata dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelmnya memproyeksikan potensi produksi beras Indonesia sepanjang September hingga November 2026 mencapai 7,06 juta ton atau turun 11,95% (0,96 juta ton) secara tahunan.
Hal ini membuat potensi produksi beras sepanjang Januari hingga November 2026 tercatat mencapai 32,34 juta ton, yang juga turun sebesar 2,82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, untuk potensi produksi pada (gabah kering giling/GKG) sepanjang September-November 2026 diproyeksikan mencapai 12,24 juta ton atau turun 11,96% (1,66 juta ton) secara tahunan.
(ain)






























