Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 1.631 juta transaksi atau tumbuh 31,78% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp4.049 triliun atau tumbuh 33,91% (yoy).
Sementara itu, nilai transaksi BI-RTGS mencapai Rp53.817 triliun atau sedikit terkontraksi 4,62% (yoy), dengan volume sebanyak 2,79 juta transaksi atau naik sebesar 1,31% (yoy).
BI juga menyebut bahwa di kuartal IV-2026, BI juga akan melakukan perluasan QRIS Antarnegara untuk memperkuat implementasi langkah-langkah digitalisasi sistem pembayaran sesuai dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.
“Memperluas kerja sama QRIS Antarnegara melalui sandboxing koridor Timor Leste dan Hong Kong mulai triwulan IV 2026,” kata Destry.
Untuk diketahui, penggunaan QRIS Antarnegara telah mencakup beberapa negara di Asia mulai dari di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China
(ell)


























