Logo Bloomberg Technoz

BI: Rupiah Melemah 0,61% Sepanjang Oktober 2026

Pramesti Regita Cindy
21 October 2026 15:20

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat melemah 0,61% sepanjang Oktober 2026, dipengaruhi kondisi ekonomi dan geopolitik global yang bergejolak.

Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan nilai tukar rupiah pada 20 Oktober 2026 tercatat Rp17.985/US$ atau melemah sebesar 0,61% (poin-to-point/ptp) dibandingkan dengan posisi akhir September 2026. Hal itu terjadi setelah sempat menguat hingga pertengahan September 2026.

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan moneter AS yang mengetat, serta sentimen investor asing di pasar saham," ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (21/10/2026).


Bank sentral berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk memperkuat kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas.

Insentif tersebut tidak hanya diberikan untuk instrumen Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Beli Lindung Nilai Konvensional kepada BI, tetapi juga untuk transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra sehingga imbal hasil aset rupiah menjadi tetap menarik.