Logo Bloomberg Technoz

BI Rate Bertahan 5,75%, Begini Kabar Rupiah

Redaksi
21 October 2026 14:32

RDG Bank Indonesia (Bloomberg Technoz/Pramesti Regita Cindy)
RDG Bank Indonesia (Bloomberg Technoz/Pramesti Regita Cindy)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Respons pasar keuangan terbelah setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan suku bunga acuan tetap di 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Oktober. Bagaimana pasar merespons keputusan tersebut.

Rupiah sempat bergerak ke Rp18.002/US$ pukul 14:06 WIB, Rabu (21/10/2026). Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat jatuh lebih dari 1% kini berhasil menguat meski relatif terbatas.

Pergerakan tersebut menggambarkan respons investor yang cenderung berhati-hati terhadap keputusan bank sentral siang ini. Di satu sisi, penahanan suku bunga acuan memberikan ruang bagi BI untuk mengevaluasi kebijakan sebelumnya yang sudah cukup agresif.


Namun di sisi lain, berlanjutnya tekanan terhadap rupiah dan koreksi IHSG mengindikasikan bahwa keputusan tersebut belum cukup untuk menghilangkan kehati-hatian pelaku pasar. 

Gerak rupiah setelah pengumuman BI Rate Oktober. (Bloomberg)

Gubernur BI Destry Damayanti menyebutkan, kendati menahan BI Rate, bank sentral menaikkan suku bunga deposit facility 25 basis poin (bps) dari semula 4,75% menjadi 5%. Sementara itu, suku bunga lending facility tetap berada di angka 6,5%. Kebijakan ini diambil setelah bank sentral menaikkan BI Rate yang  cukup agresif 100 basispoin pada Mei dan Juni 2026 lalu.