Penyesuaian suku bunga fasilitas simpanan itu menunjukkan bahwa BI masih berupaya memperkuat daya tarik penempatan dana di perbankan dan menjaga stabilitas moneter, tanpa kembali menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini juga bisa ditangkap sebagai sinyal ruang pelonggaran kebijakan masih terbatas selama tekanan terhadap rupiah belum mereda.
"Keputusan ini diperkuat dengan peningkatan kebijakan insentif untuk instrumen Domestic Non-Deliverable Forwards (DNDF) lindung nilai kepada BI guna menarik aliran modal asing guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas," jelas Destry dalam konferensi pers usai RDG.
Destry menilai tekanan terhadap rupiah masih berada dalam batas wajar dan sejalan dengan tekanan yang juga dialami mata uang negara-negara lain di kawasan. Ia menyebut pelemahan rupiah saat ini tak cuma berasal dari faktor domestik, tetapi juga dipengaruhi pergerakan dolar AS, perubahan ekspektasi suku bunga global, serta adanya dinamika arus modal di pasar negara berkembang.
Di tengah kondisi ini, BI menegaskan akan tetap memprioritaskan stabilitas rupiah menggunakan instrumen yang dimiliki.
(dsp)
























