Bukan Dolar, Rupiah Paling Lemah di Hadapan Mata Uang Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
20 October 2026 16:56

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saat terjadi pelemahan terhadap mata uang Asia, termasuk rupiah, dolar Amerika Serikat (AS) kerap jadi mata uang yang disorot. Maklum, pergerakan greenback punya pengaruh besar terhadap pasar keuangan global, arus modal, dan stabilitas nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Namun jika melihat pergerakan sejumlah mata uang utama terhadap rupiah dalam dua tahun terakhir (21 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2026), maka bukan dolar AS yang paling berjaya di hadapan rupiah.
Melansir data imbal hasil spot Bloomberg, sepanjang periode tersebut, krone Norwegia (NOK) ternyata yang menguat paling tajam sebesar 35,41%. Posisi berikutnya ditempati krona Swedia (SEK) menguat 23,92%.
Disusul dolar Australia (AUD) sebesar 21,96%, franc Swiss (CHF) 21,84%, dan euro 20,55%. Adapun dolar AS justru menempati posisi ke-8 dengan penguatan 16,08% terhadap rupiah.
Sementara di Asia, yuan offshore paling kuat terhadap rupiah sebesar 24,05%. Disusul yuan China 23,76%, ringgit Malaysia 22,46% (Rp4.407/MYR), won Korea Selatan menguat 20,58% (Rp13,55/KRW), dan dolar Singapura 19,54%.



























