Logo Bloomberg Technoz

KELANGKAAN DIESEL

Deal Trump-Putin Diproyeksi Tak Signifikan Redam Krisis Solar

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 October 2026 08:40

Harga bahan bakar diesel yang tertera pada pompa bahan bakar di sebuah SPBU di Kodiak, Alaska, AS./Bloomberg-Nathaniel Wilder
Harga bahan bakar diesel yang tertera pada pompa bahan bakar di sebuah SPBU di Kodiak, Alaska, AS./Bloomberg-Nathaniel Wilder

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kesepakatan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memasok solar (diese) ke pasar internasional dinilai tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap krisis energi global.

Praktisi senior industri minyak dan gas bumi (migas) sekaligus Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo mengatakan volume pasokan yang disepakati tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan total kebutuhan minyak dunia.

Walhasil, potensi tambahan guyuran stok solar dari Rusia ke pasar energi dunia diperkirakan tidak cukup kuat untuk meredakan kelangkaan maupun menekan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) distilat saat ini.


“Rencana pengiriman 300.000 metrik ton diesel oleh Rusia, atau setara dengan 2,24 juta barel—sekitar 74.500 barel per hari [bph], jika didistribusikan dalam sebulan akan mencakup porsi yang amat minim,” ungkap Hadi saat dihubungi Bloomberg Technoz,  Kamis (15/10/2026). 

Bertemu Trump, Putin minta negara Eropa stop provokasi Ukraina (Bloomberg)

Hadi menambahkan, jika mengacu pada data Energy Information Administration (EIA), volume tersebut hanya memenuhi sekitar 2% dari total konsumsi harian AS yang mencapai 3,65 juta bph, dan bahkan kurang dari 1% dari estimasi permintaan solar global sebesar 28 juta bph.