Logo Bloomberg Technoz

KRISIS ENERGI

AS Kini Izinkan Tanker Minyak ‘Shadow Fleet’ Lepas dari Sanksi

News
20 October 2026 12:30

Kapal tanker Eagle S yang ditahan, yang merusak kabel bawah laut di Laut Baltik dan diduga memuat minyak Rusia./Bloomberg-Roni Rekomaa
Kapal tanker Eagle S yang ditahan, yang merusak kabel bawah laut di Laut Baltik dan diduga memuat minyak Rusia./Bloomberg-Roni Rekomaa

Ari Natter and Annmarie Hordern - Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintahan Donald Trump kini mengizinkan penjualan tanker minyak yang terkena sanksi (shadow fleet), sebagai upaya agar kapal-kapal tersebut dapat kembali mengangkut minyak mentah secara sah, ujar Menteri Energi AS, Chris Wright.

Pemerintah AS bekerja sama dengan para investor yang membeli kapal tanker berstatus sanksi yang selama ini tidak beroperasi, melakukan perbaikan, lalu menggunakan kapal-kapal tersebut untuk mengangkut minyak yang tidak terkena sanksi, kata Wright pada Senin (19/10/2026) dalam sebuah acara Citadel Securities di New York.


“Kami akan memindahkan sejumlah kapal dari apa yang saya sebut sebagai ‘armada pihak jahat’ ke ‘armada pihak baik’,” ujar Wright. “Kapal-kapal itu tidak akan lagi mengangkut minyak yang terkena sanksi.”

Chris Wright di Washington, DC, pada 15 Januari 2025. (Fotografer: Al Drago/Bloomberg)

Pernyataan Wright ini merupakan penjelasan publik terperinci pertama dari pemerintahan Trump mengenai langkah memanfaatkan kapal tanker berstatus sanksi tersebut.