Awali Pekan, Rupiah Finis di Rp18.043/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
19 October 2026 15:32

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah hari ini, Senin (19/10/2026), ditutup melemah 0,17% ke Rp18.043/US$, terbebani aksi jual di pasar saham dan surat utang domestik. Rupiah sempat menyentuh Rp18.051/US$ di sesi intraday perdagangan pasar spot.
Dari pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 5,05% ke posisi 4.923,26 pada Sesi I perdagangan hari ini. Di pasar surat utang, aksi jual juga terlihat dari gerak yield yang terus meninggi. Yield tenor acuan 10 tahun bahkan terkerek naik hingga 7,45%, tertinggi dalam 4 tahun terakhir.
Tekanan eksternal turut membebani gerak rupiah. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di kisaran 101,5, diikuti dengan harga minyak mentah bertahan tinggi di atas US$100/barel. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang terpangkas jadi 16% dari sebelumnya 20% membawa angin segar bagi sebagian mata uang Asia.
Won Korea Selatan berhasil defensif, diikuti rupee India, yuan China dan offshore serta yen Jepang. Sebaliknya, dolar Taiwan terpangkas paling dalam, diikuti rupiah, baht Thailand, peso Filipina, serta ringgit Malaysia.
Posisi rupiah yang cenderung melemah hari ini, sementara Bank Indonesia (BI) akan menggelar Rapat Dewan Gubernur besok dan lusa, membuat spekulasi akan kenaikan BI Rate kembali naik. Meski begitu, konsensus yang dihimpun Bloomberg terhadap 27 ekonom masih menghasilkan median estimasi 5,75%, alias BI Rate tetap di level saat ini.





























