Logo Bloomberg Technoz

Yield Surat Utang 10 Tahun Naik, Tertinggi dalam 4 Tahun

Tim Riset Bloomberg Technoz
19 October 2026 10:47

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan di pasar surat utang pemerintah Indonesia berlanjut pada perdagangan Senin (19/10/2026), dipicu kenaikan premi risiko Indonesia di mata investor global. Persepsi terhadap pasar keuangan Indonesia melemah usai pengumuman MSCI yang menimbang penurunan klasifikasi dari emerging market ke standalone market. 

Kondisi itu tercermin dari melejitnya yield surat utang tenor acuan 10 tahun ke 7,46%, tertinggi sejak September 2022.

Yield surat utang tenor acuan tertinggi sejak September 2022. (Bloomberg)

Data Bloomberg menunjukkan aksi jual juga terjadi di hampir semua tenor. Tenor 11 tahun mengalami tekanan paling dalam dengan kenaikan 21,6 basis poin menjadi 7,48%. Sedangkan tenor pendek 3 tahun naik 17,6 bps jadi 7,1%, disusul tenor 6 tahun naik 9,1 bps jadi 7,24%.


Namun, sebagian tenor lainnya mencatat penguatan seperti tenor 2 tahun turun 1,1 bps ke 6,9%, diikuti tenor 4 tahun turun 6,6 bps jadi 7,22% dan tenor 5 tahun turun 1,3 bps jadi 7,29%. 

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, menilai kenaikan tajam yield surat utang menjadi bagian dari efek berantai (chain reaction) setelah MSCI memulai proses konsultasi terkait potensi penurunan status pasar saham Indonesia. Ia memperkirakan, tekanan jual masih akan berlanjut dengan yield surat utang tenor 10 tahun bergerak di rentang 7,4-7,5%.