Logo Bloomberg Technoz

Jeffrey menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk menjaga perdagangan saham tetap teratur, wajar, dan efisien. Menurut dia, investor perlu memiliki waktu untuk mencermati perkembangan informasi sebelum mengambil keputusan investasi.

"Kami tentu untuk menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien, tidak bisa membiarkan investor kita untuk mengambil keputusan investasi di dalam kondisi ketidakpastian yang begitu tinggi, apalagi mengambil keputusan dalam kondisi kebingungan dan ketakutan," ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan pemantauan BEI pada sesi pertama perdagangan Jumat, penyesuaian ARB menjadi 7% dinilai cukup efektif meredam kepanikan pasar.

IHSG memang turun 5% lebih, namun tidak sampai menyentuh trading halt.

"Sampai tadi saya turun [menemui awak media], indeks kita turun kira-kira 5%. Tentu ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih ada, tetapi kepanikan seperti yang terjadi di hari Jumat itu sudah berkurang," kata dia.

Jeffrey menambahkan, kebijakan penyesuaian ARB tersebut tetap akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi pasar.

Menurut dia, pasar saham tetap dapat mengalami penurunan, tetapi pergerakan tersebut perlu berlangsung melalui mekanisme perdagangan yang baik dan didukung informasi yang dapat diakses secara setara oleh seluruh investor.

"Pasar boleh saja turun, tetapi itu harus melalui mekanisme yang baik di pasar. Artinya memang berdasarkan pertimbangan informasi yang simetris kepada seluruh investor, sehingga investor bisa mengambil keputusan investasi dengan baik," ujarnya.

(dhf)

No more pages