"Pengumuman (MSCI) ini sangat disayangkan karena berimplikasi pada kegagalan memanfaatkan momentum positif di pasar US Treasury," ujar Lionel dalam catatannya dikutip Jumat (16/10/2026).
Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga anjlok 8% dan mengalami trading halt. Sejak pembukaan di posisi trading halt, nilai transaksi IHSG sebesar Rp905 miliar usai 5,36 miliar saham diperdagangkan. Frekuensi yang terjadi sebanyak 105.728 kali.
Sementara, rupiah anjlok ke Rp18.065/US$ pagi ini di pasar spot. Menyusul pelemahan cukup tajam di pasar offshore sejak pagi tadi.
Vonis MSCI
Pasar keuangan merespons negatif pernyataan MSCI yang mempertimbangkan penurunan indeks pasar saham Tanah Air. MSCI tidak cuma mempertimbangan status Indonesia sebagai Frontier Market, tetapi mengusulkan klasifikasinya sebagai Standalone Market.
“MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi untuk reklasifikasi indeks MSCI Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone. MSCI akan memberi pengumuman final pada akhir Juni 2027 dan bisa saja memberikan pembaruan interim selama proses ini,” ungkap pengumuman MSCI.
Reklasifikasi ke Standalone terjadi karena ada kasus penurunan yang luar biasa dalam hal aksesibilitas, ukuran, atau likuiditas pasar.
Posisi Standalone Market merupakan ancaman yang lebih serius daripada turun ke Frontier Market seperti pertimbangan MSCI sebelumnya. Memang ini belum menjadi keputusan final.
Proses konsultasi dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir diperkirakan keluar paling lambat 30 Juni 2027. Walaupun vonis ini belum final, sentimen tersebut menambah daftar panjang tekanan yang akan dihadapi rupiah hari ini. Sebelumnya, rupiah menghadapi sentimen negatif usai rilisnya sejumlah data ekonomi yang rilis pada Oktober.
Perubahan di pasar modal Indonesia dan bukti bahwa efektivitas reformasi itu akan jadi faktor pertimbangan penting untuk menentukan hasil peninjauan MSCI di tahun depan.
(dsp)



























