PEMBANGKIT LISTRIK
ESDM: PLTU Captive Tak Dapat Batu Bara Murah Harga DMO US$70/Ton
Azura Yumna Ramadani Purnama
16 October 2026 09:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive tidak akan mendapatkan harga batu bara murah melalui skema domestic market obligation (DMO) seniali US$70/metrik ton.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengungkapkan PLTU captive harus membeli batu bara dengan harga pasar, sehingga tidak termasuk dalam industri penerima harga batu bara khusus domestik atau domestic price obligation (DPO).
“Mereka kan belinya harga pasar, jadi enggak ada masalah,” kata Tri kepada awak media di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).
Dia juga memastikan pasokan batu bara untuk PLTU captive dalam kondisi aman. “Pasti, pasti [pasokan terjaga],” tutur Tri.
Sekadar informasi, lembag riset energi Ember mencatat PLTU batu bara captive di Indonesia telah setara dengan sekitar 58% produksi listrik dari pembangkit batu bara on grid, dengan industri pengolahan logam menjadi sektor pengguna utama PLTU captive.




























