Logo Bloomberg Technoz

ANGGARAN ENERGI

Subsidi LPG 3 Kg Bengkak ke Rp100 T Gegara Harga Minyak Melonjak

Azura Yumna Ramadani Purnama
16 October 2026 08:20

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia didampingi Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri melakukan pengecekan uji sample Pertamax (Dok. Pertamina)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia didampingi Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri melakukan pengecekan uji sample Pertamax (Dok. Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui subsidi gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) 3 Kg menembus ke sekitar Rp100 triliun, gegara kenaikan harga minyak mentah dunia.

Bahlil menyatakan kenaikan minyak dunia membuat Indonesia Crude Price (ICP) ke sekitar US$90—US$100/barel, padahal asumsi ICP dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 hanya dipatok US$70/barel.

Untuk itu, nilai subsidi Gas Melon yang sebelumnya dipatok sekitar Rp87 triliun menjadi melonjak ke kisaran Rp100 triliun.


"Total subsidi untuk LPG yang dipacu oleh konsumsi masyarakat pada saat ICP-nya masih di US$70/barel, itu subsidi kita mencapai Rp87 triliun. Akan tetapi, begituICP-nya rata-ratas ekarang di angka US$90 sampai US$100, itu subsidi kita di atas hampir Rp100 triliun rupiah," ujar Bahlil di sela agenda Peresmikan LPG Plant Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Cek Ketersediaan, Komisi XII DPR RI Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman (Dok. Pertamina)

Bahlil mencatat kebutuhan LPG nasional mencapai 8,5 juta metrik ton per tahun, kemudian berpotensi naik menjadi 11—12 juta metrik ton per tahun dengan beroperasinya Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten.