Logo Bloomberg Technoz

Adapun, PLTU captive merupakan pembangkit listrik yang dibangun perusahaan untuk memasok fasilitasnya sendiri, tidak disalurkan ke jaringan listrik PT PLN (Persero).

Ember mencatat produksi listrik dari PLTU captive pada 2026 mencapai 134 terawatt hour (TWh) atau setara dengan 58% produksi listrik PLTU batu bara yang terhubung ke sistem PLN sebesar 233 TWh.

“Pembangkit ini sebagian besar berada di luar komitmen transisi energi Indonesia, setara dengan sekitar 135 Mt emisi CO₂, serta tambahan 30 TWh pembangkitan dari pembangkit batu bara captive dibandingkan dengan data Buku Panduan Statistik Energi dan Ekonomi ESDM,” tulis Ember dalam riset berjudul Indonesia’s Captive Coal Giant: Better Data to Shape Industrial Competitiveness, dipublikasikan Kamis (24/9/2026).

Ember menyatakan PLTU captive tumbuh sangat pesat didorong ledakan hilirisasi logam di Indonesia.

Think tank energi yang berbasis di Inggris itu mencatat pada 2025 industri pengolahan nikel menyerap lebih dari 81 TWh listrik captive pada 2025 dengan lebih dari 94% di antaranya berasal dari PLTU batu bara.

“PLTU captive tumbuh sangat pesat didorong oleh ledakan hilirisasi logam di Indonesia, sehingga menempatkan pasokan listrik industri di pusat perencanaan nasional,” tegas Ember.

Di sisi lain, lembaga tersebut mencatat produksi listrik captive mencapai 161 TWh pada 2026 dan memiliki selisih sekitar 12% dibandingkan dengan data Kementerian ESDM yang tercatat dalam Buku Panduan Statistik Energi dan Ekonomi Indonesia (HESSI) 2025.

(azr/wdh)

No more pages