Indonesia Eximbank juga menyediakan fasilitas trade finance untuk membantu eksportir mengelola pembayaran transaksi perdagangan internasional.
Asuransi Lindungi Eksportir dari Risiko Gagal Bayar
Selain pembiayaan, Indonesia Eximbank menyediakan penjaminan kredit bagi pelaku usaha yang terkendala agunan saat mengajukan pinjaman ke perbankan. Fasilitas ini memungkinkan Indonesia Eximbank memberikan jaminan agar pelaku usaha memiliki akses pembiayaan yang lebih luas.
“Ketika Bapak-Ibu mengakses pembiayaan dari perbankan lain, ternyata terkendala kekurangan agunan, Indonesia Eximbank bisa masuk untuk menjamin agar pelaku usaha dapat mengakses kredit dari bank,” kata Ilham.
Lembaga ini juga menawarkan penjaminan proyek untuk mendukung pelaksanaan kontrak ekspor dan meningkatkan kepercayaan pembeli internasional terhadap eksportir Indonesia.
Dari sisi perlindungan risiko, Indonesia Eximbank menyediakan trade credit insurance dan marine cargo insurance. Asuransi kredit perdagangan melindungi eksportir dari risiko gagal bayar pembeli sesuai ketentuan polis, sedangkan asuransi kargo laut memberikan perlindungan atas risiko kerugian barang selama pengiriman.
Ilham mengatakan, risiko gagal bayar tetap membayangi eksportir meskipun barang telah diproduksi dan dikirim ke pembeli di luar negeri.
“Kalau tagihannya diasuransikan kepada kami dan pembelinya tidak membayar, kami yang akan membayar sesuai ketentuan asuransi,” ujarnya.
Perlindungan tersebut dapat membantu eksportir mengelola risiko pembayaran, terutama saat memasuki pasar baru.
Pendampingan UMKM Perluas Akses Pasar
Indonesia Eximbank juga menjalankan program pendampingan untuk membantu pelaku usaha memahami proses ekspor, meningkatkan kualitas produk, dan menemukan pembeli di luar negeri.
Salah satunya melalui Coaching Program for New Exporter (CPNE), yang menyasar pelaku usaha sesuai tingkat pengalaman ekspornya. Peserta pemula mendapat pemahaman mengenai proses ekspor dan peluang pasar, sementara eksportir berpengalaman dapat berbagi pengetahuan sebagai pendamping.
“Jadi, jangan khawatir kalau belum pernah ekspor. Nanti kita kelompokkan dalam satu kelas dan berikan pemahaman terkait ekspor serta akses pasar. Salah satu narasumbernya adalah teman-teman yang sudah mahir ekspor,” kata Ilham.
Indonesia Eximbank turut memfasilitasi program marketing and matching untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli internasional. Upaya ini dapat melibatkan perwakilan perdagangan Indonesia di negara tujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar.
Pendampingan juga dilakukan melalui program desa ekspor yang mencakup pelatihan, kurasi produk, peningkatan kualitas, dan akses pasar. Ilham menyebut Indonesia Eximbank memiliki lebih dari 2.000 desa mitra binaan yang mendapat dukungan pengembangan usaha.
Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan dukungan tersebut adalah CV Alpha Agro Indonesia, yang bergerak di perdagangan rempah dan bahan baku herbal untuk pasar ekspor.
General Manager CV Alpha Agro Indonesia Ari Irawan mengatakan, perusahaan memulai bisnis dengan memasarkan komoditas yang banyak ditanam masyarakat di pekarangan rumah, seperti lengkuas, temulawak, kunyit, jahe, dan temu putih.
Produk dijual dalam bentuk utuh maupun irisan kering. Seiring perkembangan permintaan, perusahaan menambah jenis komoditas dan memperluas jangkauan pasar ke India, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, China, dan Australia.
Bangun Jaringan dari Platform Digital hingga Pameran
CV Alpha Agro Indonesia pada awalnya mencari pembeli melalui platform perdagangan Alibaba. Perusahaan kemudian mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Indonesia Eximbank.
Perusahaan juga mengikuti pameran internasional di dalam dan luar negeri untuk memperkenalkan produk dan menjaring calon pembeli. Rekomendasi dari mitra bisnis yang telah bekerja sama turut membantu memperluas jaringan perdagangan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ekspansi ekspor membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan produksi. Pelaku usaha juga perlu memahami permintaan pasar, menjaga kualitas produk, serta membangun jaringan pembeli yang berkelanjutan.
Akses terhadap pembiayaan dan asuransi menjadi faktor pendukung untuk memenuhi kebutuhan modal sekaligus mengantisipasi risiko transaksi lintas negara.
Melalui forum bisnis TEI 2026, Indonesia Eximbank mendorong pelaku usaha memanfaatkan fasilitas pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan pendampingan untuk memperkuat daya saing serta memperluas pasar produk Indonesia.
(tim)





























