Logo Bloomberg Technoz

“Misi kami — menghibur dunia — sangat ambisius, dan untuk mewujudkannya, kami harus disiplin dalam menentukan prioritas tenaga kerja dan sumber daya kami,” kata Sarandos dan Peters dalam memo, yang telah ditinjau oleh Bloomberg.

Raksasa layanan streaming berlangganan yang dulu pernah menjadi bintang di pasar saham—dengan berhasil menarik pelanggan baru, menaikkan harga, dan meluncurkan iklan—belakangan ini mengalami perlambatan pertumbuhan pendapatannya.

Perusahaan yang akan merilis laporan keuangan pada 20 Oktober ini diperkirakan akan mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 11,9% menjadi US$12,88 miliar, yang merupakan tingkat pertumbuhan terendah dalam tiga tahun terakhir.

Acara-acara Netflix terbaru mengalami penurunan jumlah penonton pada musim keduanya. Layanan ini juga mencatat jumlah kemenangan di Emmy Awards yang turun ke level terendah dalam 10 tahun pada tahun ini. Harga sahamnya telah anjlok sekitar 25% sepanjang tahun ini.

Analis media Craig Huber menulis bahwa komunitas investor khawatir keterlibatan penonton di Netflix mulai stagnan, karena total jam tayang hanya naik 2% pada paruh pertama tahun ini, menjadi 97 miliar jam tayang.

“Kurangnya konten yang menonjol atau hit besar di Netflix, baik secara absolut maupun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menjadi kekhawatiran terkait kemampuan untuk menambah jumlah pelanggan secara signifikan dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada,” kata Huber dalam catatan riset yang diterbitkan menjelang berita pada hari Rabu.

Huber kemudian menyebutnya sebagai “petanda tidak baik-baik saja” bahwa Netflix kini memutuskan untuk menerbitkan laporan keterlibatannya—yang memberikan gambaran singkat tentang konten yang populer di kalangan pelanggannya—sekali setahun, mulai tahun 2027, alih-alih setiap enam bulan.

Apptopia, sebuah perusahaan yang memantau penggunaan aplikasi seluler, melaporkan adanya tanda-tanda bahwa pelanggan Netflix menghabiskan lebih sedikit waktu di layanan tersebut.

Persentase pelanggan di AS yang tidak membuka aplikasi tersebut naik 16,6% pada kuartal ketiga, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Waktu yang dihabiskan di aplikasi di AS turun menjadi 73 menit per hari. Meskipun angka tersebut lebih tinggi daripada setahun yang lalu, namun telah mengalami penurunan selama dua kuartal berturut-turut, menurut data Apptopia.

Saat berbicara di konferensi Bloomberg Screentime bulan lalu, Sarandos mengakui bahwa Netflix tidak tumorisinalbuh secepat yang ia harapkan. Ia mengatakan bahwa investasi dalam siaran langsung olahraga, podcast, dan video game akan membantu meningkatkan minat pelanggan, tetapi pada akhirnya yang terpenting adalah program .

“Pada akhirnya, keberhasilan atau kegagalan kami akan ditentukan oleh pelaksanaan inti bisnis tersebut, yaitu memiliki program, film, dan acara TV yang tidak dapat Anda tinggalkan,” pungkas dia.

(bbn)

No more pages