Efek Memori, Pasar vivo-OPPO Makin Ketinggalan dari Samsung-Apple
Redaksi
15 October 2026 14:28

Bloomberg Technoz, Jakarta - Krisis memori chip dunia semakin menyudutkan produsen hp ponsel asal China seperti vivo dan OPPO, sementara brand dengan segmen konsumen lebih premium macam Apple Inc. dan Samsung Electronic Co Ltd relatif lebih bertahan.
Direktur riset IDC, Nabila Popal, menerangkan bahwa lonjakan harga memori sudah sampai 350% dalam satu tahun terakhir. Tren ini dipercaya belum akan berhenti, situasi yang tergolong memberi tekanan paling berat kepada brand asal China, dimana beberapa modelnya bertarung pada segmen entry-level.
Laporan kuartal IDC terbaru menunjukkan bagaimana realisasi pengiriman smartphone vivo di urutan terendah dengan 19,1 juta unit, atau drop 31,5% secara yoy. OPPO juga hanya mengapalkan 25,6 juta unit (-34,5% yoy). Xiaomi di peringkat ketiga mengirimkan 30,7 juta unit (-29,2% yoy).
Samsung dan Apple, yang didukung portofolio hp premium, menempati urutan masing-masing pertama dan kedua di data pengiriman global kuartal ketiga. Samsung mengapalkan 57,8 juta, disusul Apple 57,3 juta. Sejatinya pergerakan pasar keduanya dibandingkan tahun lalu juga turun, namun hanya pada kisaran 4,%-5,8%. Secara akumulatif, pasar ponsel pada kuartal yang sama juta turun 22% menjadi 255,3 juta unit.
Untuk diketahui, perangkat entry-level teramat sensitif atas perubahan biaya komponen karena strategi margin laba terhadap harga jualnya yang sangat sempit.































