Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Melemah, Tersengat Ekspektasi Fed Funds Rate

Tim Riset Bloomberg Technoz
15 October 2026 09:22

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah hari ini, Kamis (15/10/2026), dibuka melemah terjegal sejumlah sentimen domestik dan diperparah oleh ekspektasi kenaikan Fed Funds Rate (FFR) bulan ini. 

Melansir data Bloomberg, rupiah spot dibuka terdepresiasi 0,3% ke Rp17.956/US$. Bersamaan dengan rupiah, won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan peso Filipina melemah. Sementara, pelemahan ringgit Malaysia lebih terbatas.

Sebaliknya, yen Jepang berhasil menguat. Diikuti dolar Singapura, yuan China, dan yuan offshore. 

Rupiah melemah bersama sebagian mata uang Asia. (Bloomberg)

Ekspektasi pasar atas kenaikan FFR meninggi usai data inflasi AS dirilis. Inflasi AS tercatat lebih tinggi ketimbang proyeksi, dari 3,6% yoy menjadi 3,7% yoy. Data ini membuat probabilitas kenaikan FFR naik menjadi 29,3% dari 22,5% kemarin, seperti dilansir FedWatch. 

Selain itu, harga minyak mentah yang kembali tinggi US$106/barel menambah kekhawatiran akan inflasi impor. Terlebih, ketidakpastian geopolitik masih membayangi pergerakan harga minyak. Bukan hanya tinggi, tapi distribusi juga berpotensi tersendat.