Logo Bloomberg Technoz

Yield Surat Utang Tenor Pendek RI Terpangkas, Rupiah Menguat

Tim Riset Bloomberg Technoz
14 October 2026 14:14

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan yield di pasar surat utang domestik siang ini, Rabu (14/10/2026), cukup beragam. Penguatan terkonsentrasi di tenor pendek-menengah, sementara tenor panjang, termasuk tenor acuan 10 tahun, mengalami kenaikan. 

Melansir data Bloomberg, yield tenor 2 tahun paling banyak terpangkas 8,4 basis poin (bps) jadi 6,7%, tenor 3 tahun menyusul dengan penurunan yield 5,7 bps ke 6,86%. Sedangkan tenor 1 tahun turun 3,2 bps menjadi 6,65%. 

Sebaliknya, yield tenor acuan 10 tahun justru naik tipis 0,4 bps jadi 7,19%. Di tenor 40 tahun, bahkan yield melonjak 4,9 bps menjadi 7,26%.


Pergerakan yield di tenor panjang menunjukkan investor masih menuntut kompensasi risiko yang lebih tinggi, terlebih ketidakpastian jangka panjang belum mereda. 

Namun, aksi beli di tenor pendek setidaknya membuat rupiah stabil dalam perdagangan siang ini dan bergerak di sekitar Rp17.890/US$. 

Pergerakan yield di pasar surat utang. (Bloomberg)