Berbeda dengan surat utang domestik, pergerakan yield INDON (surat utang RI berdenominasi dolar AS) justru lebih merata. Penurunan terjadi di tenor 2 tahun ke 5,11% (-0,6 bps), tenor 5 tahun turun ke 5,62% (-1,1 bps), tenor 7 tahun turun 5,94% (-1,6 bps), dan tenor 10 tahun turun ke 6,17% (-0,8 bps). Sebagian INDON ada juga yang mencatat kenaikan tenor 3 tahun ke 5,17% (+0,3 bps) dan tenor 30 tahun naik jadi 6,41% (+0,1 bps).
Pergerakan di pasar INDON yang relatif merata pada tenor pendek hingga panjang menunjukkan adanya perbaikan sentimen terhadap risiko kredit Indonesia dalam denominasi dolar AS. Hal ini sejalan dengan sentimen positif di pasar US Treasury.
Yield US Treasury kembali terpangkas 0,8 bps jadi 5,2%, dari sebelumnya sempat bertahan di 5,3%. Meredanya sentimen hawkish dalam jangka panjang menjadi pendorong utama penurunan yield di pasar obligasi AS.
Sebelumnya, pelaku pasar memperkirakan suku bunga acuan AS akan terus menanjak bahkan hingga tahun 2027. Namun, pernyataan sinyal yang lebih dovish datang dari pernyataan Gubernur Federal Reserve Bank of New York John Williams.
Ia menilai bahwa kenaikan suku bunga satu kali lagi tahun ini sebagai langkah yang tepat, tetapi saat ini tidak melihat perlunya pengetatan lebih lanjut pada 2027.
Namun, pernyataan yang lebih dovish itu akan akan diuji dengan data inflasi konsumen AS, Consumer Price Index (CPI) yang akan rilis nanti malam waktu Indonesia. Inflasi yang lebih tinggi daripada perkiraaan berpotensi menghidupkan kembali kekhawatiran bahwa The Fed masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Sebagai catatan, Fedwatch memperkirakan kenaikan suku bunga menjadi 4%-4,25% pada pertemuan 28 Oktober mendatang dengan probabilitas sebesar 22,7%, naik dari 20,5% kemarin. Sementara, pada Desember mendatang suku bunga Fed Fund Rate (FFR) diperkirakan berada di sekitar 4%-4,25% dengan probabilitas sebesar 70,8%.
Jika skenario ini terjadi, maka kenaikan yield US Treasury tak terhindarkan dan berpotensi membatasi ruang penguatan bagi INDON maupun surat utang rupiah.
(dsp/aji)



























