Logo Bloomberg Technoz

Koreksi IHSG Menyusut, Begini Arah Selanjutnya

Muhammad Julian Fadli
13 October 2026 13:32

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di posisi level 5.911 pada perdagangan Sesi I hari ini, Selasa (13/10/2026). Melemah 24,68 poin (0,42%), jauh membaik ketimbang kejatuhan pada masa-masa awal perdagangan yang hampir 2%.

Kendati pelemahannya menipis, IHSG masih terjerembab di zona merah bersama bursa Asia lainnya. KOSPI (Korea Selatan), TW Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Jepang), KOSDAQ (Korea Selatan), PSEI (Filipina), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), CSI 300 (China), dan Hang Seng (Hong Kong) juga masih merah.

Posisi terendah IHSG sempat menyentuh 5.828 sedangkan tertingginya di posisi 5.927. Volume perdagangan melibatkan 24,67 miliar saham yang didominasi tekanan jual, dengan nilai Rp6,27 triliun, dan frekuensi 943 ribu kali diperjualbelikan.


Tercatat masih ada pelemahan di 328 saham, dan 315 saham menguat. Sisanya 148 saham stagnan.

IHSG Penutupan Sesi I pada Selasa 13 Oktober 2026 (Bloomberg)

Saham–saham teknologi, konsumen non primer, dan keuangan menjadi pemberat IHSG dengan melemah masing-masing 1,23%, 0,67% dan 0,56%. Sebaliknya, saham sektor energi berhasil menguat 0,61%