"Itu menjadi lebih bermakna nanti karena menyatukan beberapa kekuatan. Satu tekstil dengan perusahaan tekstil lain punya kekuatan masing-masing. Nanti kita akan sinergikan," tutur dia.
Dalam kesempatan lain, CEO Danantara Rosan Roeslani sebelumnya mengatakan pembentukan BUMN Tekstil tersebut akan menjadi perusahaan baru untuk mengembangkan perusahaan tekstil eksisting.
BUMN Tekstil itu, kata Rosan, direncanakan menjadi inisiator dalam mengintegrasikan satu kawasan industri tekstil dan produk tekstil di dalam negeri.
Hanya saja, Danantara belum bisa memastikan dari mana sumber pendanaan pembentukan perusahaan tersebt, yang sebelumnya sempat diungkapkan akan menelan nilai investasi mencapai sekitar US$6 miliar atau setara sekitar Rp100 triliun.
"Kita akan bikin perusahaan baru unutk bisa mengembangkan perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Kita lihat bisa berpartner dengan yang sudah ada," ujar Rosan, akhir September lalu.
(ain)































