Logo Bloomberg Technoz

Pakar: Pemotongan Perdin Kurangi Defisit 2%, tapi Ancam PAD

Sabrina Mulia Rhamadanty
13 October 2026 10:10

Ilustrasi perjalanan bisnis atau business travel. (Bloomberg)
Ilustrasi perjalanan bisnis atau business travel. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta kementerian/lembaga (K/L) untuk melakukan penghematan  anggaran perjalanan dinas sebesar 30% dari pagu yang belum direalisasikan hingga 8 Oktober 2026. 

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Rahma Gafmi menyebut bahwa secara historis, belanja barang pemerintah pusat yang termasuk di dalamnya perjalanan dinas punya porsi cukup besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menyebut bahwa rata-rata alokasi belanja perjalanan dinas dalam APBN secara nasional berkisar antara Rp30 triliun hingga Rp40 triliun per tahun.


“Dengan asumsi rata-rata anggaran perdin nasional berada di angka sekitar Rp35 triliun, pemotongan sebesar 30% akan menghasilkan potensi penghematan bruto (gross savings) sekitar Rp10,5 triliun,” kata Rahma kepada Bloomberg Technoz, Senin (13/10/2026).

Sementara, dengan PDB Indonesia yang berada di kisaran Rp21.000 triliun hingga Rp22.000 triliun, defisit 2,3% hingga 2,7% PDB merepresentasikan angka nominal defisit anggaran yang berkisar antara Rp480 triliun hingga Rp580 triliun.