Tagihan Listrik Warga Amerika Serikat ‘Jebol’ Efek Pusat Data
News
12 October 2026 13:05

Bloomberg, Pusat data telah menjadi isu politik yang menonjol menjelang pemilihan sela Amerika Serikat. Gudang-gudang raksasa tanpa jendela ini menuai reaksi keras di seluruh negara Adi Kuasa tersebut, karena masyarakat khawatir akan jumlah listrik dan air yang mereka gunakan, serta kebisingan dan panas yang dihasilkannya.
Para pemilih yang tertekan oleh tagihan listrik yang semakin tinggi telah memfokuskan kemarahan mereka pada pusat data, yang dapat mengonsumsi listrik sebanyak kota kecil untuk mendukung sistem kecerdasan buatan (artificial-intelligence/AI).
Penolakan dari masyarakat setempat telah memblokir atau menunda setidaknya 120 proyek senilai hampir US$200 miliar pada paruh pertama tahun ini, menurut kelompok riset Data Center Watch.
Tekanan biaya hidup tersebut telah menjadi beban bagi Partai Republik saat mereka berupaya mempertahankan kendali atas kedua kamar Kongres pada bulan November. Presiden As Donald Trump telah berjanji akan memangkas harga listrik sebesar 50% jika ia terpilih kembali ke Gedung Putih.
Sebesar apa kenaikan harga listrik di AS?
Periode Januari 2025, saat Trump menjabat, dan Juli tahun ini—tanggal terakhir yang datanya tersedia—harga listrik rata-rata bulanan nasional untuk pengguna rumah tangga naik sebesar 15% secara nominal, menurut data dari Administrasi Informasi Energi AS.





























