Logo Bloomberg Technoz

Namun, sentimen domestik masih membayangi laju penguatan rupiah hari ini. Kondisi daya beli dan persepsi risiko investor terhadap perekonomian menjadi salah satu sentimen yang membayangi laju penguatan rupiah. 

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September turun menjadi 118,1 dari 118,5 pada Agustus. Memang, angka ini masih berada pada jalur optimis. Namun, jika ditelisik pada masing-masing kelompok pengeluaran, terlihat bahwa optimisme kelompok dengan pengeluaran rendah justru telah retak. 

Di sisi lain, pelaku pasar juga memperhatikan upaya strategis pemerintah dalam menangani bencana alam di Sumatera dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Kedua bencana ini, serta bencana-bencana sebelumnya, tak cuma menjadi perhatian dan ujian bagi kredibilitas kebijakan pemerintah, tapi juga berpotensi menambah risiko fiskal, jika ternyata pemerintah perlu mengalokasikan anggaran tambagan untuk penanganan darurat. 

Terlebih, penanganan karhutla di Kalimantan telah menjadi sorotan investor global dan tokoh internasional karena berkaitan dengan komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan lingkungan, pengendalian emisi dan tata kelola sumber daya alam.

Di tengah kondisi tersebut, rupiah hari ini diperkirakan bergerak konsolidasi di rentang Rp17.850-Rp17.950/US$. 

(dsp)

No more pages