Ekonom: Penerimaan Pajak Jadi Kunci Jaga Defisit APBN
Redaksi
11 October 2026 14:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai September 2026 mengalami defisit sebesar Rp319 triliun atau 1,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka tersebut melonjak tajam ketimbang realisasi Agustus 2026 yang tercatat sebesar 0,9%. Meski demikian Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut bahwa target akhir tahun tetap berada di level 2,85%.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai bahwa pencapaian tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan penerimaan dan belanja hingga akhir tahun.
Ia juga mewanti-wanti bahwa angka tersebut sudah melebar dari target awal APBN 2026 sebesar 2,68% terhadap PDB. Pemerintah saat ini sedang menjaga target yang telah dilonggarkan, bukan target awal.
“Risiko terbesar berasal dari penerimaan perpajakan yang baru mencapai 68,6% dari target, dengan potensi kekurangan sekitar Rp46,9 triliun. Untuk menutup selisih tersebut, penerimaan bulanan pada kuartal IV harus meningkat sekitar sepertiga dibandingkan rata-rata sembilan bulan pertama,” kata Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Minggu (11/10/2026).






























