Logo Bloomberg Technoz

Edisi Oktober juga menyuguhkan laporan tentang kondisi maskapai penerbangan yang tengah menghadapi tantangan besar ketika lonjakan harga energi dunia membengkakkan pengeluaran berhadapan dengan daya beli konsumen yang melambat. Penutupan berbagai rute sibuk oleh beberapa maskapai menyibak persoalan pelik yang tengah dihadapi perusahaan penerbangan.

Dalam rubrik Anjangsana, pembaca disuguhi laporan tentang tren baru di ibu kota. Padat dan sibuknya kota beririsan dengan tingkat kesepian yang semakin besar, sama halnya fenomena di banyak megapolitan dunia. Di Jakarta, muncul 'obat' kesepian baru yang unik. Mengapa orang mau bertemu stranger, orang yang benar-benar asing untuk sekadar memiliki teman? 

Lebih lanjut, Bloomberg Businessweek Indonesia edisi bulan ini juga mengangkat tren pemakaian obat-obatan penurun berat badan GLP-1 yang kian marak, di tengah prevalensi obesitas yang terus meningkat di Tanah Air. Laporan mendapati, obat-obatan itu ditawarkan lengkap sebagai bagian dari terapi penanganan obesitas dengan pengawasan dokter, dengan harga cukup fantastis. 

Untuk edisi kali ini, rubrik Bincang Tokoh menghadirkan CEO Indosat Vikram Sinha. Dalam obrolan eksklusif dengan tim Bloomberg Businessweek Indonesia, Vikram membeberkan tantangan bisnis AI, kebutuhan investasi, monetisasi, masa depan pekerjaan, serta bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan teknologi tersebut. 

Bloomberg Businessweek Indonesia juga memuat laporan dari ranah global yang kali ini menghadirkan liputan memikat tentang kompetisi di industri kecerdasan buatan (AI) global. China terbukti semakin unggul dalam persaingan ketat dengan Amerika Serikat (AS) di industri ini, bahkan memimpin dalam hal penggunaan dan biaya. Perusahaan AI Amerika seperti OpenAI dan Anthropic PBC mulai gelisah, di tengah upaya mereka membidik valuasi triliunan dolar AS mengandalkan keunggulan teknologi dan prospek keuntungan besar. 

Laporan Bloomberg Businessweek global juga menghadirkan liputan panjang tentang Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS yang semakin menjelma menjadi tangan kanan Presiden AS Donald Trump. Rubio keliling dunia mewujudkan ambisi sang presiden, meski kerap menabrak keyakinan politiknya di masa lalu. Apa sebenarnya yang tengah ia bidik dalam jangka panjang? 

Lebih lanjut, pembaca juga bisa menikmati liputan tentang nasib ironis ilmuwan terkemuka yang menjadi salah satu sosok penting di balik penemuan dan penanganan berbagai virus besar seperti Covid-19 serta HIV juga Ebola. Bob Garry, sang ilmuwan, terpaksa menelan dampak dari kemunculan pendukung teori bahwa pandemi Covid-19 itu rekayasa semata. Kemajuan pengobatan kanker pankreas juga bisa Anda baca dalam edisi ini.

Dalam rubrik Anjangsana edisi ini, kami memuat juga laporan menarik tren hobi membuat miniatur, serta bagaimana generasi muda bersiap menerima warisan harta luar biasa bernilai dari para orang tua dan kakek nenek mereka terutama dalam bentuk perhiasan yang nilainya diperkirakan menembus US$750 miliar.

Setiap laporan dirangkai dengan pendekatan jurnalisme mendalam khas Bloomberg Businessweek yang menonjolkan data, konteks, dan cerita manusia di balik sebuah peristiwa. Untuk mengakses liputan lengkap, pembaca dapat menikmati seluruh konten Bloomberg Businessweek Indonesia dalam berbagai edisi tanpa batasan dan biaya. Cukup daftarkan email di https://www.bloombergtechnoz.com/businessweek untuk menikmati keseluruhan artikel dan membaca e-magazine di sini.

(bbw)

No more pages