EFEK PERANG IRAN
Asia Berlomba-lomba Timbun Minyak hingga Kebut Pengembangan EBT
Redaksi
09 October 2026 15:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Negara-negara Asia berlomba-lomba meningkatkan kapasitas penyimpanan cadangan minyak mereka, merampungkan jaringan listrik regional, dan mempercepat pengembangan energi terbarukan sebagai respons terhadap risiko pasokan yang mencuat akibat konflik di Iran.
Asia Tenggara menjadi kawasan yang paling terdampak oleh krisis energi ini, karena 80% minyak yang diangkut melalui Selat Hormuz dari Teluk Persia mengalir ke kawasan tersebut sebelum perang di Iran pecah.
"Upaya paling konkret adalah dukungan terhadap pengembangan sistem penyimpanan cadangan minyak di masing-masing negara serta penyimpanan cadangan bersama secara regional atas dasar sukarela," bunyi pernyataan bersama sembilan negara Asia Tenggara yang dikeluarkan bersama Jepang dan Australia, disitir dari Reuters, Jumat (9/10/2026).
Jepang menyepakati rencana aksi dengan mitra-mitra Asianya untuk meningkatkan cadangan minyak mentah di seluruh kawasan, setelah pertemuan Asia Zero Emission Community (AZEC) yang dipimpin Jepang; hal ini disampaikan Menteri Negara bidang Perdagangan Jepang pada Kamis.
Usai pertemuan terpisah dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Menteri Negara Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Takagi Kei, menyatakan kedua negara tersebut telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan minyak Asia.






























