Logo Bloomberg Technoz

Menteri Energi Filipina, Sharon Garin mengatakan negaranya, yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyak dan bahan bakarnya, akan membentuk cadangan nasional pada akhir tahun 2027. Dia menambahkan bahwa cadangan tersebut nantinya bisa dialihkan menjadi cadangan regional.

Garin mengatakan negara-negara anggota Asean akan memutuskan apakah mereka ingin menjadi lokasi cadangan minyak regional, serta menentukan ketentuan penjualannya secara mandiri.

"Di Filipina, kami menginginkan adanya negara yang bersedia menyimpan minyak mentah atau produk minyak bumi mereka di sini. Jika terjadi keadaan darurat, negara tersebut akan mendapat prioritas akses terhadap cadangan tersebut," ujarnya.

Negara-negara anggota Asena juga berjanji akan meningkatkan porsi energi bersih dalam pembangkitan listrik, dengan menargetkan 30% energi terbarukan dalam total pasokan energi primer dan 45% dalam kapasitas pembangkit listrik terpasang.

Kawasan ini termasuk yang paling tertinggal dalam hal energi hijau. Energi terbarukan mencakup 14,1% dari total energi primer—jauh dari target 25% untuk tahun 2025—sementara pembangkit listrik hijau telah menyumbang 33,7% dari total kapasitas sejak tahun 2020, mendekati target 35% untuk tahun 2025; sebagaimana ditunjukkan oleh laporan Asean Energy Outlook ke-9 yang dirilis pekan ini.

Negara-negara tersebut juga mencapai kesepakatan awal yang lebih konkret mengenai pengembangan jaringan listrik regional yang telah lama tertunda, yang disebut Garin sebagai pencapaian penting. Konsep jaringan listrik regional ini pertama kali diumumkan pada Desember 1997.

"Studi awalnya menargetkan penyambungan pada tahun 2045, namun itu terlalu lama karena rentang waktunya mencapai 20 tahun. Jadi, mereka sedang meninjau ulang agar implementasinya bisa dipercepat," tandas Garin.

(ros)

No more pages