Logo Bloomberg Technoz

LOGAM DASAR

Dunia Diramal Mulai Defisit Nikel pada 2030, Capai 25.000 Ton

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 October 2026 12:00

Serbuk baterai dari nikel./Bloomberg-SeongJoon Cho
Serbuk baterai dari nikel./Bloomberg-SeongJoon Cho

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pasar nikel global diramal mulai masuk kondisi defisit pada 2030 setelah dalam beberapa tahun sebelumnya masih mencatat surplus.

Kondisi tersebut diprediksi menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan harga nikel dalam jangka panjang.

BMI, lengan riset dari Fitch Solutions Company, memprediksi pasar nikel mencatat defisit 25.000 metrik ton (mt) pada 2030, setelah masih mencatat surplus 75.000 mt pada 2026, 70.000 mt pada 2027, 110.000 mt pada 2028, dan 83.000 mt pada 2029.    


Lebih jauh, BMI memprediksi defisit pasokan nikel pada 2031 mencapai 173.000 mt, kemudian melebar menjadi 231.000 mt pada 2032. Pada saat yang sama, harga nikel diperkirakan mencapai puncaknya di US$22.000/mt pada 2032.

Produksi nikel dunia menuju keseimbangan baru./dok. BMI

BMI menilai perubahan tersebut bakal terjadi seiring dengan pertumbuhan konsumsi yang diperkirakan lebih cepat dibandingkan dengan produksi.