HILIRISASI MINERAL
Produksi Smelter Nikel RI Penuh Tantangan, Efek Sulfur hingga LFP
Azura Yumna Ramadani Purnama
08 October 2026 15:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Produksi smelter nikel di Indonesia diprediksi menghadapi sejumlah tantangan gegara ketatnya pasokan sulfur dan keterbatasan asam sulfat, terus tingginya tren permintaan baterai berbasis lithium ferro phosphate (LFP), serta fenomena El Niño.
BMI, lengan riset dari Fitch Solutions Company, menyebut guncangan pasokan sulfur akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pembatasan ekspor asam sulfat oleh China menjadi risiko bagi pertumbuhan smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL).
Terlebih, lanjut BMI, smelter nikel HPAL sangat bergantung terhadap sulfur serta asam sulfat untuk mengolah bijih nikel.
Adapun, sulfur digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam yang merupakan komponen utama dalam proses pelindian (leaching) bijih nikel limonit untuk menghasilkan endapan hidroksida campuran atau mixed hydroxide precipitate (MHP) yang dapat diproses lebih lanjut menjadi nikel sulfat dan kobalt sulfat–salah satu bahan utama pembuatan baterai.
“Guncangan pasokan di pasar sulfur yang berasal dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ditambah dengan pembatasan ekspor asam sulfat oleh China, menghadirkan risiko tambahan terhadap pertumbuhan yang didorong oleh HPAL, mengingat ketergantungan sektor tersebut terhadap asam sulfat untuk memproduksi nikel berkualitas baterai,” tulis BMI dalam riset terbarunya, Kamis (8/10/2026).




























