Logo Bloomberg Technoz

APBN Alami Defisit Rp319 T September 2026, Tembus 1,24% PDB

Redaksi
08 October 2026 19:20

Cover Realisasi APBN sampai dengan 28 Februari 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Cover Realisasi APBN sampai dengan 28 Februari 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai September 2026 mengalami defisit sebesar Rp319 triliun atau 1,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Porsi defisit melonjak dibanding bulan sebelumnya yang hanya tercatat 0,9% terhadap PDB. Kendati demikian, angka ini lebih rendah dibanding posisi pada periode yang sama tahun lalu, yakni Rp371,5  triliun atau 1,56% terhadap PDB. 

"Belanja negara sudah dibelanjakan Rp2.660,5 triliun. Ini adalah 69%. Relatively on track, tentu nanti akan ada percepatan belanja, terutama di bulan November dan di bulan Desember. Tetapi 3/4 tahun belanja, hampir 70%, ini artinya juga oke, on track," jelas Suahasil dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026) malam. 


Di sisi lain, posisi keseimbangan primer APBN 2026 mencatatkan surplus Rp125,52 triliun sampai September 2026. Angka ini lebih tinggi dibanding nominal surplus pada periode yang sama tahun lalu Rp18 triliun.

Suahasil mengatakan defisit tersebut sejatinya sesuai dengan desain APBN yang sejak awal memang disusun dalam posisi defisit.