Harga minyak mentah Brent tetap lebih dari 60% lebih tinggi tahun ini setelah AS dan Israel menyerang Iran pada Februari, yang mengganggu pasokan dan memicu inflasi.
Walau aliran minyak dari Timur Tengah telah pulih mendekati level sebelum konflik, pengiriman produk minyak tetap terkendala, sebagian karena serangan Ukraina terhadap Rusia.
Selasa sore waktu setempat, Badan Informasi Energi AS (EIA) dijadwalkan merilis Laporan Short-Term Energy Outlook, termasuk proyeksi harga bahan bakar selama musim dingin di Belahan Bumi Utara. Laporan tersebut akan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar solar dan minyak pemanas di tengah tekanan pasar yang parah dan harga yang mencapai rekor tertinggi.
-
Minyak jenis WTI untuk pengiriman November turun 0,1% menjadi US$89,33 per barel pada pukul 06.01 pagi waktu Singapura.
-
Minyak jenis Brent untuk penyelesaian Desember turun 1,9% dan ditutup pada US$100,32 per barel pada hari Senin.
(bbn)






























