Houthi, yang sebagian besar tidak ikut campur dalam perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang dimulai pada akhir Februari, pada bulan Juli mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal Arab Saudi sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai “pengepungan” terhadap Yaman.
Sejak saat itu, mereka telah berulang kali menyerang negara kerajaan tersebut, termasuk menargetkan fasilitas minyaknya, sehingga menimbulkan tantangan lebih lanjut bagi eksportir minyak mentah terbesar di dunia tersebut.
Arab Saudi telah merencanakan serangan terhadap kelompok Houthi yang akan dipimpin oleh pasukan darat Yaman dan didukung oleh kekuatan udara Arab Saudi, demikian dilaporkan Reuters pada hari Jumat.
“Seluruh lembaga militer, keamanan, dan sipil negara saat ini telah dimobilisasi dan berada dalam siaga tinggi hingga misi ini selesai dan kemenangan tercapai,” kata Al-Alimi, hari Minggu.
(bbn)




























