Sejak saat itu, Malaysia telah menginstruksikan militer untuk menghentikan pengadaan amunisi dan aset pertahanan lainnya dari Norwegia, serta melayangkan surat tuntutan kepada pihak produsen untuk meminta ganti rugi senilai lebih dari 1 miliar ringgit.
The Star melaporkan Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin menyatakan Malaysia tidak bisa menunggu proses ganti rugi selesai sebelum memutuskan penggantinya.
Pemerintah mungkin perlu mempertimbangkan alokasi anggaran baru untuk membeli sistem rudal pengganti dari Norwegia, ujarnya sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.
Khaled mengatakan saat ini Malaysia sedang mempertimbangkan pengadaan dari tiga negara, tetapi tidak menyebutkan negara mana saja, menurut laporan tersebut.
Pada Mei, sang menteri mengungkapkan bahwa pejabat Amerika Serikat (AS) telah menawarkan sistem pengganti untuk program kapal tempur pesisir (littoral combat ship) Malaysia.
(bbn)




























