“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Dari 88 personel yang dimutasi, sebanyak 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru.
Selain itu, mutasi mencakup kenaikan tingkat kepangkatan bagi 21 personel serta penyesuaian jenjang jabatan bagi sejumlah Pati dan Pamen.
Pada jajaran pejabat utama (PJU) Mabes Polri, terdapat 14 personel yang mendapat penugasan baru. Beberapa di antaranya menempati posisi strategis seperti Irwasum Polri, Kabaintelkam, Kabareskrim, Kabaharkam, Kalemdiklat, hingga Kadivpropam.
Komjen Pol. Asep Edi Suheri mendapat penugasan sebagai Irwasum Polri, sementara Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti menjadi Kabaintelkam Polri. Posisi Kabareskrim Polri ditempati Irjen Pol. Asep Safrudin dan Kabaharkam Polri oleh Irjen Pol. Hery Herjawan.
Selanjutnya, Irjen Pol. Rudi Darmoko ditugaskan sebagai Kalemdiklat Polri, Irjen Pol. Andik Setiyono sebagai Astamarena Kapolri, Brigjen Pol. Agus Dwi Hermawan sebagai Aslog Kapolri, serta Brigjen Pol. Deni Dharmapala sebagai As SDM Kapolri.
Mutasi juga mencakup posisi Kadivpropam, Kadiv TIK, Kadensus 88 AT, Kadivkum, Kakortastipidkor, dan Koorspripim Polri.
Sementara itu, di tingkat kewilayahan, sebanyak 19 jabatan Kapolda mengalami pergantian. Di antaranya Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Jawa Tengah, Kapolda Jawa Timur, Kapolda Bali, Kapolda Sumatra Utara, Kapolda Sumatra Selatan, Kapolda Sulawesi Tengah, hingga Kapolda Sulawesi Selatan.
Untuk Jawa Barat, posisi Kapolda ditempati Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Sementara Kapolda Metro Jaya dijabat Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.I.K., S.H., M.Si.
Johnny mengatakan para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program serta pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.
“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya.
Mutasi tersebut menjadi salah satu langkah awal Suyudi setelah resmi menjabat sebagai Kapolri. Namun, Polri dalam penjelasannya menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari kebutuhan organisasi, pembinaan karier, dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
(fik/wdh)


























