Logo Bloomberg Technoz

"Bagi The Fed, angka ini seharusnya menjadi faktor penentu untuk mengakhiri kemungkinan kenaikan suku bunga pada Oktober," kata Kepala Ekonom AS Jefferies LLC Thomas Simons dalam sebuah catatan. "Kini, semakin besar kemungkinan para pembuat kebijakan yang menilai masih ada waktu sebelum kenaikan suku bunga berikutnya diperlukan akan tetap bersikap sabar."

Indeks saham S&P 500 menguat setelah data tersebut dirilis. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS turun dan dolar AS melemah.

Laporan ketenagakerjaan terbaru ini merupakan yang terakhir sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November, ketika kondisi perekonomian diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pilihan pemilih. Meski pasar tenaga kerja menjadi bagian dari gambaran tersebut, perhatian juga tertuju pada kekhawatiran yang masih berlanjut mengenai biaya hidup, meskipun konsumen terus berbelanja.

Rincian Berdasarkan Sektor

Jumlah pekerja menyusut di pemerintahan daerah serta sejumlah sektor yang paling terdampak oleh kecerdasan buatan (AI), seperti informasi, jasa profesional dan bisnis, serta aktivitas keuangan. Namun, investasi di pusat data dan infrastruktur terkait AI lainnya turut menopang penambahan tenaga kerja di sektor konstruksi dan manufaktur.

Jumlah pekerja di sektor layanan kesehatan serta rekreasi dan perhotelan juga meningkat. Sementara itu, rata-rata upah per jam hanya naik 0,1% dari Agustus, lebih rendah dari perkiraan. Secara tahunan, upah meningkat 3%, menjadi pertumbuhan paling lambat sejak 2021. Adapun rata-rata jam kerja mingguan tidak berubah.

"Pasar tenaga kerja masih solid, tetapi salah satu hal yang tidak dilakukannya adalah memicu inflasi," kata Kepala Ekonom AS Oxford Economics Michael Pearce.

Laporan ketenagakerjaan tersebut disusun berdasarkan dua survei, yakni survei terhadap perusahaan yang menghasilkan data jumlah tenaga kerja nonpertanian dan survei terhadap rumah tangga yang menjadi dasar penghitungan tingkat pengangguran serta tingkat partisipasi angkatan kerja. Survei rumah tangga juga memiliki indikator ketenagakerjaan tersendiri yang melonjak pada bulan tersebut.

Tingkat partisipasi angkatan kerja, yakni persentase penduduk yang bekerja atau aktif mencari pekerjaan, naik menjadi 61,8% pada September, tertinggi dalam empat bulan. Sementara itu, ukuran pengangguran yang lebih luas, yang mencakup pekerja yang putus asa mencari pekerjaan dan mereka yang bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi, sedikit turun ke level terendah sejak Januari 2025.

Meski demikian, stabilitas pasar tenaga kerja juga memiliki sejumlah dampak negatif. Dalam beberapa kasus, minimnya perpindahan pekerja membuat sebagian karyawan merasa terjebak dalam pekerjaan yang tidak mereka sukai. Kondisi ini juga menyulitkan mereka yang kehilangan pekerjaan untuk mendapatkan pekerjaan baru. Hal tersebut mungkin menjelaskan mengapa banyak warga AS bersikap pesimistis terhadap pasar tenaga kerja. Semakin sedikit warga yang menilai lapangan kerja tersedia melimpah, sementara semakin banyak yang merasa sulit mendapatkan pekerjaan.

"Hal yang paling menarik perhatian saya adalah betapa stabilnya kondisi ini selama lebih dari setahun terakhir," kata Kepala Ekonom Regions Financial Corp. Richard Moody. "Narasi pasar tenaga kerja dengan tingkat perekrutan dan PHK yang rendah masih bertahan."

(bbn)

No more pages