Logo Bloomberg Technoz

Saham-saham Indonesia anjlok tahun ini seiring munculnya pertanyaan mengenai transparansi pasar, kepemilikan yang terkonsentrasi, dan minimnya porsi saham beredar (free float), yang mendorong MSCI Inc. pada Januari memperingatkan bahwa pihaknya dapat menurunkan status Indonesia menjadi pasar frontier.

Pergerakan IHSG tahun ini. (Bloomberg)

Meski MSCI belum mengambil tindakan atas ancaman tersebut, peringatan dari penyusun indeks itu sudah cukup untuk memicu arus keluar investor asing.

Dana global telah melakukan aksi jual bersih saham-saham Indonesia senilai US$4,7 miliar sepanjang tahun ini.

Kenaikan harga minyak dan ancaman percepatan inflasi juga membebani aset Indonesia. Rupiah telah melemah 7% terhadap dolar AS sejak akhir Desember, menjadikannya mata uang dengan kinerja terburuk di Asia dan menggerus imbal hasil bagi investor berbasis dolar.

Sekitar 35% fund manager global menyatakan underweight terhadap saham Indonesia, menjadi tingkat pesimistis tertinggi di kawasan Asia Pasifik, menurut survei Bank of America yang diterbitkan bulan lalu.

Arus keluar dari saham Indonesia turut membuat aset tersebut semakin menarik bagi dana yang dikelola Bannan, yakni Coeli Frontier Markets Fund. Dana tersebut berinvestasi di negara-negara dengan pendapatan per kapita kurang dari US$10.000 dan yang kurang diperhatikan oleh investor asing.

Dana yang memiliki kepemilikan terbesar di Vietnam dan Kazakhstan itu telah mencatatkan imbal hasil 13% sepanjang tahun ini, mengungguli 66% dana pesaingnya, berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg.

Imbal hasil tahunan (annualized return) selama tiga tahun sebesar 23% menempatkan dana tersebut di atas 83% dana sejenis.

Prabowo ‘Mendengarkan’

Bannan mengatakan dirinya bepergian ke Jakarta bulan lalu untuk menilai kondisi di lapangan serta arah kebijakan Prabowo.

“Apa yang kami temukan ketika berada di sana adalah, meskipun dia memang memiliki kecenderungan populis, pada akhirnya dia juga tampaknya mendengarkan pasar,” ujarnya.

Aksi jual tahun ini membuat saham banyak perusahaan Indonesia berada lebih dari dua standar deviasi di bawah rata-rata historisnya, sehingga mendekati nilai wajarnya, kata Bannan.

Saham yang telah dibeli Coeli antara lain perusahaan ride-hailing GoTo Gojek Tokopedia dan Bank Central Asia, sehingga meningkatkan alokasi investasi di Indonesia menjadi hampir 6% dari total dana.

“Bagi kami, itu merupakan alokasi awal yang cukup besar,” kata Bannan.

Prabowo baru-baru ini melakukan perubahan di Kementerian Keuangan dan bank sentral setelah berbulan-bulan muncul kekhawatiran mengenai arah kebijakan ekonomi.

Sejumlah pengelola dana, termasuk Invesco Ltd. dan PPM America Inc., juga mengatakan mereka telah mengurangi posisi underweight pada aset-aset Indonesia.

“Kami sama sekali tidak takut berinvestasi dalam situasi politik yang bergejolak,” kata Bannan.

“Selama Anda dapat menemukan sejumlah perusahaan yang mampu melewati situasi tersebut, dan Anda tahu bahwa tidak ada risiko devaluasi besar-besaran atau nasionalisasi, maka biasanya semuanya akan baik-baik saja.”

(bbn)

No more pages