Dia mengatakan, penderita influenza dapat mengalami demam tinggi, kelelahan, kehilangan nafsu makan, serta pegal-pegal hebat di seluruh tubuh. Penderita juga dapat mengalami hidung berair dengan waktu pemulihan yang lebih panjang.
"Dan waktu pemulihannya lebih panjang hingga berminggu-minggu," ujarnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan, sebagian besar penderita infeksi saluran pernapasan dapat pulih sepenuhnya tanpa memerlukan perawatan di rumah sakit.
"Pengobatannya sebenarnya kebanyakan orang dapat pulih sepenuhnya tanpa memerlukan perawatan di rumah sakit. Jadi, istirahat yang cukup, kemudian minum obat-obatan sesuai dengan gejalanya," kata Andi.
Namun, pada kasus yang berat, penderita dapat memerlukan perawatan di rumah sakit. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas, napas cepat, nyeri dada, atau bibir yang tampak kebiruan.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan menjelaskan ISPA sebagai infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, sinus, tenggorokan hingga paru-paru. ISPA umumnya disebabkan oleh virus, tetapi dalam beberapa kasus dapat disebabkan oleh bakteri.
Gejala ISPA antara lain batuk, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, bersin, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, badan lemas, suara serak, hingga penurunan nafsu makan.
Dengan demikian, tidak semua ISPA disebabkan oleh virus influenza. ISPA merupakan istilah yang lebih luas, sedangkan influenza A merujuk pada infeksi yang secara spesifik disebabkan oleh virus influenza tipe A.
Kemenkes menyebut bayi dan balita, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis seperti asma, penyakit paru, penyakit jantung, dan diabetes sebagai kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi maupun komplikasi.
Selain itu, paparan asap rokok, polusi udara, ventilasi rumah yang buruk, kepadatan hunian, lingkungan yang kurang bersih, status gizi yang kurang, serta imunisasi yang belum lengkap, terutama pada anak, juga dapat meningkatkan risiko ISPA.
(dec)





























