Logo Bloomberg Technoz

USS George H.W. Bush dan USS George Washington akan tetap berada di kawasan tersebut. Sebelum operasi melawan Iran pada 2026, terakhir kali AS mengerahkan tiga kelompok tempur kapal induk di Timur Tengah adalah pada 2003, ketika kapal-kapal tersebut mendukung tahap awal invasi ke Irak.

Komando Pusat AS, yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "kami tidak membahas jadwal pergerakan unit karena alasan keamanan operasional."

Pada Senin, kelompok kesiapsiagaan amfibi USS Makin Island, yang terdiri dari sebuah kapal serbu, pesawat, dan 2.200 personel Marinir, juga berlayar. Menurut pejabat AS tersebut, langkah itu memberi Centcom opsi tambahan. Sementara itu, kelompok kesiapsiagaan amfibi USS Boxer saat ini menjalankan operasi di dekat Selat Hormuz.

Pengerahan tiga kapal induk berisiko memperburuk masalah kesiapan yang saat ini dihadapi Angkatan Laut AS, menurut Ronald O'Rourke, analis yang telah lama mengkaji kekuatan angkatan laut. Tekanan terhadap matra tersebut terlihat dari pengerahan berkepanjangan yang kontroversial terhadap USS Abraham Lincoln, yang tiba di Thailand bulan lalu setelah menjalani penugasan selama sembilan bulan, serta USS Gerald Ford, yang dikerahkan ke Timur Tengah setelah mendukung operasi melawan Venezuela dan telah berada di laut selama 11 bulan.

"Mempertahankan kehadiran bahkan dua kapal induk di kawasan tersebut dalam jangka waktu panjang akan menjadi beban bagi armada kapal induk," kata O'Rourke, pakar yang telah pensiun dari Congressional Research Service. Namun, "mempertahankan kehadiran tiga kapal induk di kawasan tersebut dalam jangka waktu panjang akan memberikan tekanan yang jauh lebih besar."

Aktivitas serangan militer besar AS maupun Iran mengalami jeda di tengah upaya menghidupkan kembali perundingan diplomatik. Namun, perundingan untuk mengakhiri perang yang kini memasuki bulan kedelapan masih menemui jalan buntu, termasuk terkait isu penguasaan Selat Hormuz oleh Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam perundingan tertutup baru-baru ini disebut mengisyaratkan bahwa Teheran bersedia memulihkan akses bagi para inspektur nuklir ke fasilitas-fasilitas yang telah dibom, dengan imbalan keringanan sanksi.

(bbn)

No more pages